Mengenal Dua Jenis Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert

Mengenal Dua Jenis Kepribadian Ekstrovert Dan Introvert

cordbloodpartnership.org – Dalam kelompok kepribadian kita mengenal dua jenis kepribadian yaitu ekstrovert dan introvert. Dua kelompok ini saling bertolak belakang dan merupakan kepribadian dengan ciri khas yang sangat mudah dikenali. Salah satunya melalui penggunaan bahasa atau kata-kata. Karena, melalui kata-kata kita sedang menunjukkan ke khalayak umum, siapakah diri kita sebenarnya. Sehingga nasihat, hati-hati dengan kata-kata, menjadi sebuah pengingat yang sangat tepat. Karena dari kata-kata kita, orang lain akan menilai siapa diri kita tanpa mau tahu apa yang menjadi latar belakangnya. Hal ini sangat berlaku pada saat interview pekerjaan. Sehebat apapun kemampuan akademis kita, dari kata-kata yang digunakan dapat menentukan kepribadian terpendam seseorang.

Seperti kita pahami, tipe kepribadian introvert cenderung tertutup, irit dalam berkata-kata dan lebih lambat dalam berbicara. Dalam pemilihan kata, orang introvert lebih suka menggunakan kata-kata yang konkret dan spesifik. Misalnya dalam pemberian pendapat akan sebuah artikel, mereka cenderung menjelaskan seperti, “artikel ini sangat bermanfaat dan informatif dalam membicarakan politik uang.”

Sedangkan untuk mereka yang ekstrovert, dengan kemampuan bicara yang lebih cepat, akan menggeneralisir pendapatnya, melebar kemana-mana dan abstrak. Sehingga kalimat yang digunakan oleh orang dengan tipe kepribadian ini adalah, “artikel ini bagus.”

Dengan kebiasaannya untuk menyampaikan pendapat dengan spesifik, maka orang introvert menjadi langsung menyebut nama untuk subyek yang sedang dibicarakan. Namun kehati-hatian tetap menjadi ciri khasnya dengan menggunakan kata mungkin dan menyebut angka untuk sesuatu data.

Contoh lain yang sangat terlihat jelas antara ekstrovert dan introvert adalah kalimat, “yuk kita makan” akan digunakan mereka dengan tipe ekstrovert. Sebaliknya orang introvert langsung to the point dengan menggunakan kalimat, “mungkin kita makan bakso saja”.

Dengan kebiasaannya menggunakan kalimat yang melebar dan umum, orang ekstrovert menikmati hidupnya dengan cara lebih simple, berani mengambil risiko termasuk risiko akan kata-katanya yang tidak akurat. Sedang orang introvert, akan melakukan kebalikannya, yaitu lebih protektif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan karena memikirkan segala sesuatunya.

Bila kita lihat di media sosial, dua kepribadian ini juga akan menunjukkan ciri yang sangat khas. Seorang ekstrovert akan senang mencari informasi di media sosial dan apa yang mereka baca perlu diketahui oleh orang banyak. Seorang introvert lebih memilih pada apa yang mau mereka baca dan tidak peduli pada pandangan orang lain terhadap minat bacanya.

Kebiasaan terhadap media sosial ini juga terlihat dari seberapa sering mereka log in. Intensitas ini juga menjadi penanda seseorang introvert atau ekstrovert.

Dan menariknya dari seorang ekstrovert adalah, ketika merespon informasi, mereka cenderung akan berkomentar tanpa membaca artikel secara mendalam. Dengan kata lain, seorang ekstrovert membuka peluang untuk melakukan judgement dengan komentar-komentarnya yang tidak didasari informasi yang lengkap. Sedangkan seorang introvert akan memberikan komentar yang tepat sesuai dengan informasi yang ada namun sayangnya mereka tidak sering melakukan ini.

Dalam hal bahasa verbal, seorang ekstrovert akan dengan senang membuka percakapan dengan orang yang baru dikenalnya. Karena bagi mereka interaksi sosial itu sangat penting. Sehingga mereka senang berada di tengah keramaian dan menjadi sebuah kebutuhan. Tidak demikian halnya dengan tipe introvert yang tidak suka mengakrabkan diri dengan orang asing dan menghindari kontak mata karena lebih suka menyendiri.

Dari segi kemampuan berbahasa, seorang ekstrovert akan memonopoli pembicaraan dengan berbagai tema yang dia kuasai dan memilih seorang introvert sebagai sahabatnya. Karena orang introvert ini akan menjadi pendengar setia untuk setiap cerita-cerita hebohnya.