Mengenal Apa Itu Limiting belief

Mengenal Apa Itu Limiting belief

cordbloodpartnership.org – Limiting belief merupakan gagasan berulang-ulang yang terus kita pikirkan. Gagasan ini berupa keraguan yang membatasi seseorang dalam bergerak mencapai tujuannya. Konsep ini disadari kehadirannya namun kita tidak berusaha untuk menghapusnya. Walaupun dkita memahami, keberadaannya dapat membuat kita gagal dalam mencapai tujuan kita.

Limiting belief hadir sebagai bentuk pelogikaan atas tujuan kita. Misalnya, saya mau kaya tapi saya bukan berasal dari orang kaya. Keinginan kaya kita merupakan sebuah tujuan. Namun pengaruh lingkungan dan pola asuh, membuat bawah sadar kita langsung merevisi keinginan tersebut dengan menjadikan sebuah dasar logika untuk pembenarannya. Yaitu bukan berasal dari keluarga kaya. Logika ini yang terjadi di masyarakat umum dan bahkan ditanamkan oleh keluarga kita.

Apakah setiap orang punya limiting belief? Dan bagaimana cara mengenalinya?

Tentu saja. Namun sifatnya tidak menyeluruh dan bisa berubah tergantung situasi. Cara mudah mengenali limiting belief ini adalah kalimat yang sering kita gunakan menggunakan frasa ini, “aku tak bisa karena…”

Kalimat sederhana ini cukup kuat untuk menghancurkan semangat kita dalam mencapai yang kita inginkan. Dan kalimat ini berasal dari dalam diri yang berarti kita sendirilah yang menghancurkan impian kita.

Untuk beberapa hal kecil yang sangat kita inginkan, kita mampu mematahkan limiting belief ini dan berhasil mencapai tujuan kita. Contohnya, saya perokok tapi saya tetap sehat. Kebiasaan merokok sudah pasti akan membawa dampak bagi kesehatan kita. Limiting belief yang muncul adalah saya ingin sehat. Namun mengapa kebanyakan perokok kita lihat tetap sehat? Itu karena perokok tersebut berhasil mematahkan logika semua perokok akan mati karena kanker. Ini adalah sebuah contoh yang tidak baik tapi efektif. Yang seharusnya kita punya untuk tujuan-tujuan positif.

Lalu bagaimana kita bisa mematahkan limiting belief ini guna mencapai tujuan kita?

Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah mempercayai diri sendiri. Setiap kali kita punya keinginan, maka Tuhan sudah mengilhamkannya ke hati kita yang berarti kita diberi kemampuan untuk mencapainya. Sehingga kalimat “aku tak bisa karena”, tidak seharusnya muncul. Namun kita bisa meredam dan menghapusnya dengan mengijinkan diri kita untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca juga : Mengenal Apa Itu Limiting belief

Dengan mengijinkan berarti kita sedang menghapus vibrasi negatif atas keraguan. Cara mengijinkan adalah dengan membuat sebuah pernyataan tertulis yang isinya kita mengijinkan diri kita untuk menarik keinginan tersebut menjadi nyata. Dengan membuat pernyataan ini kita meyakini diri sendiri sehingga dengan demikian keraguan akan berkurang atau hilang sama sekali.

Setelah membuat pernyataan mengijinkan, kita bisa memastikan bahwa keraguan itu telah hilang dengan dua acara:

  1. Kita merasakan perasaan yang lebih lega dan merasa jauh lebih baik. Dalam diri kita kini tinggal satu jenis perasaan yaitu positif. Karena setiap manusia tidak bisa memiliki 2 perasaan yang bertolak belakang. Positif dan negatif. Kita harus memilih salah satu, positif atau negatif. Pernyataan mengijinkan ini membantu kita untuk tetap memilih perasaan positif.
  2. Cara lain untuk mengetahuinya adalah dengan melihat bukti-bukti setelah kita membuat pernyataan mengijinkan tersebut. Dengan melihat bukti tersebut kita melihat bahwa kita sudah sepenuh hati meyakini tujuan kita dan menghilangkan keraguan yang ada. Sehingga setiap aktivitas yang dilakukan adalah hal positif yang mempercepat terwujudnya keinginan tersebut.

Dengan demikian, manakala limiting belief hadir, kita bisa segera mengatasinya sehingga kita bisa melakukan percepatan terwujudnya keinginan besar kita tersebut.